Kamis, 30 Mei 2013

Identifikasi Masalah Belajar



1.      MASALAH BELAJAR YANG TIMBUL SEBELUM BELAJAR

·        Kurang motivasi belajar
Keadaan dimana siswa merasa tidak bersemangat karena kurangnya dorongan yang membuat mereka semangat untuk belajar, mereka terkesan jera dan malas untuk membaca dan lain sebagainya. Motivasi belajar ini  merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar.

·        Sikap terhadap belajar
Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tenyang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima, menolak atau mengabaikannya begitu saja. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri. Ketika siswa sudah tidak pesuli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakaukan akan sia-sia.

·        Mengolah bahan belajar
Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menrima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa. Siswa akan mengolah bahan belajar dengan baik jika mereka merasa materi yang diampaikan menarik, sehingga seorang guru sebaiknya menyampaikan materi secara menarik sehingga siswa akan memusatkan perhatiannya terhadap materi yang disampaikan oleh guru.







·        Rasa percaya diri siswa
Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan, rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan.

·        Sarana dan prasarana dalam belajar
Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik. Hal ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan melakukan proses pembelajaran yang baik. Justru disinilah muncul bagaimana mengolah sarana dan prasaranapembelajaran sehingga tersenggara proses belajar yang berhasil dengan baik.
·        Kondisi belajar
Kondisi ini dibagi menjadi 2 yakni kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal yakni kondisi yang ada pada diri individu sebelum mempelajari sesuatu yang baru.Sedang kondisi eksternal yakni suatu rangsangan yang dating dari luar si belajar.












2.      MASALAH BELAJAR YANG TIMBUL SAAT BELAJAR

·        Keterlambatan akademik
Keadaan murid yang sebenarnya memiliki intelegensi yamg tinggi akan tetapi kurang optimal dalam belajar serta tidak di manfaatkan secara baik

·        Bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar
Keadaan dimana kondisi murid dalam kegiatan belajarnya antagonis dengan seharusnya seperti mengulur-ulur waktu,menunda-nunda tugas,membenci guru dan tidak mau bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui

·        Motivasi diri
Keadaan dimana dorongan yang ada pada diri individu untuk melakukan kegiatan belajar tidak ada yang menyebabkan mereka memilih keluar untuk bermain daripada belajar

·        Kurikulum yang kurang fleksibel
Kurikulum pembelajaran yang kurang fleksibel menjadikan mereka malas untuk mempelajari hal tersebut serta membuat siswa tertekan mentalnya untuk belajar seperti ketakutan tidak dapat memahami materi yang terdapat dalam kurikulum

·        Keluarga yang kurang harmonis
Masalah dalam lingkungan keluarga sangat berperan penting dalam memotivasi siswa untuk belajar keluarga yang kurang harmonis akan berdampak pada psikis anak dimana membuat mereka melakukan hal negative untuk melampiaskan ketidak nyamannya pada waktu jam belajar.





·        Sikap orang tua terhadap pendidikan anaknya
Sikap orang tua seperti mengevaluasi hasil belajar siswa selama di sekolah membuat siswa senantiasa mendapat motivasi dalam belajar sebaliknya jika orang tua tidak memperdulikan pendidikan anaknya mereka seakan bebas dalam artian tidak belajar pun tidak masalah

·        Keadaan ekonomi
Keluarga yang perekonomiannya rendah membuat siswa enggan untuk belajar dan mereka seakan memikirkan bagaimana dapat membantu oran tua mereka padahal di sisi lain seharunya mereka mendapat pendidikan pada masa usianya.

·        Konsentrasi belajar
Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Siswa yang mengalami suatu masalah akan terganggu konsentrasinya dan akan menumbuhkan sikap malas terhadap belajar.

·        Kelemahan yang disebabkan kebiasaan dan sikap salah
Seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran di sekolah,sering membolos dan tidak mengikuti pelajaran membuat ketagihan akan hal tersebut.











3.      MASALAH BELAJAR YANG TIMBUL SETELAH BELAJAR

·        Perolehan hasil belajar
Perolehan hasil belajar yang kurang maksimal sedangkan siswa telah belajar optimal membuat mental mereka down dan tumbuhlah rasa malas belajar karena seakan hasil kerja mereka sia sia.

·        Rasa percaya diri yang berlebihan
Biasanya siswa yang telah belajar merasa mereka telah bisa dan siap akan sesuatu materi yang belum tersampaikan oleh pendidik akan tetapi jika berlebihan juga tidak bagus dan bisa membuat siswa merasa arogan.

·        Kurangnya evaluasi terhadap hasil belajar
Belajar yang maksimal tidak menjamin akan hasil optimal di karenakan kurangnya evaluasi terhadap apa yang telah mereka pelajari seharian di sekolah dan biasanya siswa menganggap ini biasa padahal sangat mempengaruhi hasil belajar mereka.

·        Istirahat yang berlebihan
Siswa yang telah belajar akan merasa lelah, mereka biasanya menggunakan istirahat ini untuk tidur, tidur yang berlebihan akan menumbuhkan rasa malas akan mengulangi sesuatu yang telah dipelajari.









·        Menggali hasil belajar yang telah tersimpan
Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Dalam hal baru maka siswa akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengaitkannya dengan bahan lama. Ada kalanya siswa mengalami gangguan dalam menggali pesan dan kesan lama. Gangguan tersebut bukan hanya bersumber pada pemanggilan atau pembangkitannya sendiri. Gangguan tersebut dapat dikarenakan kesukaran penerimaan, pengolahan dan penyimpanan. Jika siswa tidak memperhatikan dengan baik pada saat penerimaan maka siswa tidak memiliki apa apa. Jikasiswa tidak berlatih sungguh sungguh maka siswa tidak akan memiliki ketrampilan.
·        Kemampuan berprestasi
Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan puncak suatu proses belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan hasil belajar yang telah lama ia lakukan. Kemampuan berprestasi tersebut terpengaruh pada proses-proses penerimaan, pengaktifan, pra-pengolahan, pengolahan, penyimpanan, serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman.


1 komentar: